Minggu, 09 November 2014

ORGANISASI PT TERBUKA INDONESIA


      
         Organisasi melingkupi semua segi kehidupan yang kita lakukan. Baik dalam lingkungan rumah, sekolah, kantor, dan lain sebagainya. Setiap kita tentu pernah merasakan dan ikut bergabung dalam organisasi  baik itu secara aktif maupun pasif. Organisasi yang akan saya bahas disini adalah Organisasi dalam mencapai keuntungan, atau dikenal sebagai Organisasi Niaga. Contoh Organisasi Niaga tersebut adalah PT XL Axiata Tbk. Sebelumnya, mari kita lihat definisi dari Organisasi itu sendiri. Organisasi merupakan alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Dapat dikatakan sebagai sebuah organisasi apabila setiap anggota di dalam organisasi tersebut memiliki tujuan yang sama dengan tujuan dari organisasi. Sehingga setiap anggota memiliki tugas dan peran masing-masing dalam mencapai tujuan tersebut. PT XL Axiata Tbk merupakan salah satu dari sebuah organisasi yang dibentuk untuk mencapai keuntungan dalam bisnis. Produk yang ditawarkan oleh PT XL Axiata adalah jasa telekomunikasi. Bila kita melihat saat ini, hampir sebagian masyarakat mempunyai telepon genggam dan komunikasi menjadi begitu penting terutama dalam media sosial (Internet). Hal inilah yang dilhat sebagai peluang bisnis oleh Perusahaan yang mulai beroperasi pada tanggal 08 Oktober 1966. Perusahaan ini juga merupakan satu-satunya operator yang memiliki jaringan serat optik yang luas dan mengenalkan layanan berbasis 3G di Indonesia. Dalam persaingan memberikan pelayanan jasa telekomunikasi, PT XL Axiata Tbk selalu mengembangkan produk layanannya menjadi lebih baik. Itu terbukti dari beberapa penghargaan yang diraih, diantaranya :


-          Best Leader, Best Operation Manager, Best Recruitment Campaign,
 Best IT Support.
-          Contract Center Service Excellence Award 2013 Grade: Excellent.
-          Telecom Asia Awards-Best Operator in Emerging Market.
-          Most Admired Companies 2013.
-          Service Quality Awards 2013.
-         Best Social Media Program of The Year, Best Use of
 Knowledge Management,
       Customer  Relationship Excellence Awards.
-          Digital Business Leader.
-          Lifetime Achievement Awards. 
-          Indonesia Service to Care Champion 2013. 
-          The Most Youthful Brand 2013. 
-          Indonesia Most Admired Companies 2013 (WIMACO 2013). 
-          The Best Public Companies Based On WAI.

 Inilah para tokoh pemimpin perusahaan berlogo XL tersebut beserta dengan stuktur organisasinya.

Stuktur Organisasi PT XL Axiata Tbk :






  Dewan Direksi PT XL Axiata Tbk :






   Dewan Komisaris PT XL Axiata Tbk :


           Karena PT XL Axiata Tbk ini merupakan Perseroan Terbatas Terbuka maka saham yang dimiliki oleh perusahaan dapat ditujukan untuk public. PT XL Axiata Tbk memberikan 33 % saham untuk publik dan sebagian besar di miliki Axiata Group. Perkembangan perusahaan ini sangatlah cepat, selalu ada program baru dan promosi baru yang ditawarkan. Itu semua tidak lepas dari adanya pengaturan management dan tata kerja yang baik. Pengaruh dari Perkembangan dunia teknologi  yang kian meningkat, membuat PT XL Axiata Tbk menjalin kerja sama dengan beberapa rekan kerja yang berhubungan dengan dunia komunikasi. Seperti baru-baru ini, PT XL Axiata telah menjalin kerja sama dengan Jongla Instant Messenger pada tanggal 5 November 2014. Ini merupakan bukti dari adanya jalinan bisnis yang saling menguntungkan. Bila kita melihat berdasarkan cangkupan luas wilayah, maka PT XL Axiata ini merupakan salah satu contoh dari organisasi regional, di karenakan cangkupan wilayah yang masih di sekitar Indonesia. Walau terbilang hanya wilayah Indonesia, tetapi perusahaan ini telah banyak membantu dan memudahkan masyarakat untuk  tetap saling berkomunikasi melalui jasanya.


 
 

Minggu, 12 Oktober 2014

Ciri-ciri, Unsur, dan Teori Organisasi




Setiap kegiatan yang dinamakan Organisasi, tentu memiliki suatu ciri-ciri, unsur, dan teori di dalamnya. Bila tidak terdapat di antara salah satu dari mereka ( Ciri-ciri, unsur, dan teori organisasi ) maka dapat di katakan kegiatan tersebut bukanlah sebuah organisasi. Berikut penjelasan mengenai ciri-ciri Organisasi :

1.       Memiliki struktur keorganisasian dimana tugas, tanggung  jawab, dan jabatan yang di tetapkan di berikan kepada masing-masing individu.
2.       Memiliki visi dan misi yang searah dan sesuai dengan tujuan didirikannya organisasi.
3.       Memiliki kerja sama yang erat dan hubungan timbal balik antar sesama anggota.
4.       Organisasi biasanya berbentuk kelompok atau lebih dari satu orang.

Ciri-ciri inilah yang menyebabkan kita mengenal nama organisasi. Setiap individu yang terlibat atau tergabung di dalamnya, memiliki peran yang di butuhkan dalam pencapaian target bersama di suatu kelompok. Organisasi sendiri mencakup asas kekeluargaan, dimana setiap anggota memiliki ikatan hubungan yang baik dan dekat. Selanjutnya adalah tahap dari Unsur-unsur organisasi. Unsur-unsur organisasi merupakan dasar dari pembangunan atau pembentukan organisasi. Dasar-dasar inilah yang meliputi pencapaian tujuan dan sasaran berhasil. Berikut penjelasan mengenai unsur-unsur organisasi :

1.       Manusia
Tanpa adanya manusia, tidak ada yang menjadi penggerak atau terbentuknya organisasi. Manusialah yang memegang peran untuk membentuk, menjalankan, dan mengembangkan organisasi tersebut.

2.       Kerjasama
Bila ada di antar anggota yang lebih mengutamakan kerja secara individu, organisasi ini tidak akan berjalan dengan baik. Karena akan terjadi kehilangan komunikasi dengan rekan atau anggota yang lain. Kerja sama sangat di perlukan. Mengapa ? Karena untuk membangun organisasi yang maju tidak hanya dapat di lakukan oleh individu itu sendiri.

3.       Tujuan Bersama
Tujuan atau sasaran adalah alasan mengapa organisasi terbentuk. Tujuan menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau yang diharapkan. Tujuan merupakan titik akhir tentang apa yang harus di kerjakan.

4.       Peralatan (Equipment)
Peralatan merupakan penopang atau pelengkap dalam sistem kerja organisasi. Peralatan dapat terdiri dari semua sarana, berupa materi, mesin-mesin, uang, dan barang modal lainnya ( Tanah, gedung/bangunan/kantor).

5.       Lingkungan
Faktor lingkungan misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi. Termasuk dalam unsur lingkungan, antara lain :

a.       Kondisi atau situasi yang secara langsung maupun secara tidak langsung berpengaruh terhadap daya  gerak kehidupan organisasi, karena kondisi akan selalu mengalami perubahan.
b.      Tempat atau lokasi, sangat erat hubungannya dengan masalah komunikasi dan transportasi yang harus di lakukan oleh organisasi.
c.       Wilayah operasi yang dijadikan sasaran kegiatan organisasi.

6.       Kekayaan Alam
Kekayaan alam meliputi segala sumber yang di milik oleh bumi. Dapat dikatakan kekayaan alam ini adalah sebagai modal gratis yang telah di sediakan oleh alam untuk membangun perkembangan organisasi menjadi lebih maju. Manusia memiliki peranan dalam mengelolah dan juga menjaga alam agar tetap bersahabat tanpa harus merusaknya.

Tahap terakhir dalam terbentuknya organisasi adalah teori organisasi. Bicara mengenai teori organisasi, sampai saat ini kita mengenal adanya 3 pembagian teori organisasi. Diantaranya :

      1. Teori Organisasi Klasik
                 
      Teori Organisasi Klasik biasa disebut dengan "Teori Tradisional" atau "Teori Mesin". Teori organisasi klasik mulai berkembang sejak tahun 1800-an ( Abad 19). Dalam teori ini, organisasi di gambarkan sebagai sebuah lembaga yang tersentralisasi. Pada pelaksanaanya, teori ini cenderung kaku dan tidak mengandung kreatifitas.
                
     Pada prinsipnya, teori ini di gambarkan seperti toet piano dimana masing-masing nada mempunyai spesialisasi ( do..re..mi..fa..sol..la..si) dimana apabila tiap nada di rangkai maka akan tercipta lagu yang begitu indah, demikian juga dengan organisasi. Dikatakan teori mesin karen organisasi ini menganggap manusia bagaikan sebuah onderdil yang setiap saat bisa di pasang dan di gonta ganti sesuai kehendak pemimpin.

      2. Teori Neoklasik

Teori neoklasik secara sederhana dikenal sebagai teori/aliran hubungan manusiawi (The human relation movement). Teori neoklasik dikembangkan atas dasar teori klasik. Anggapan dasar teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan sosial karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya, atas dasar anggapan ini maka teori neoklasik mendefinisikan “suatu organisasi” sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama. Perkembangan teori neoklasik dimulai dengan inspirasi percobaan-percobaan yang dilakukan di Howthorne dan dari tulisan Huga Munsterberg.

Dalam hal pembagian kerja, teori neoklasik telah mengemukakan perlunya hal-hal sebagai berikut:

a.  Partisipasi, yaitu melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan.

b.  Perluasan kerja (job enlargement) sebagai kebalikan dari pola spesialisasi.

c.  Manajemen bottom-up yang akan memberikan kesempatan kepada para anggota untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak. 

3. Teori Modern

Teori Modern muncul pada tahun 1950 sebagai akibat ketidakpuasan dua teori sebelumnya yaitu teori klasik dan neoklasik. Teori Modern sering disebut dengan teori “Analiasa Sistem” atau “Teori Terbuka” yang memadukan antara teori klasik dan neokalsi. Teori Organisasi Modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan yang saling bergantung dan tidak bisa dipisahkan. Organisasi bukanlah sistem tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil akan tetapi organisasi merupakan sistem terbuka yang berkaitan dengan lingkungan dan apabila ingin survival atau dapat bertahan hidup maka organisasi tersebut harus dapat beradaptasi dengan lingkungan. Pada intinya berbagai macam teori yang ada diatas, akan saling mengisi dan melengkapi kekurangan dari yang sebelumnya.

Referensi :
http://dhanudarmawan41.wordpress.com/2012/01/08/ciri-ciri-unsur-dan-teori-organisasi/
http://rizkiabdillah1ka39.blogspot.com/2013/10/ciri-ciri-unsur-teori-organisasi.html