Minggu, 20 Maret 2016

PENALARAN ILMIAH


PENALARAN

Proses berpikir manusia sangatlah unik, hampir tiap manusia memiliki proses pemikiran yang berbeda. Ini terbukti dari cara pandang dan pendapat yang berbeda, cara menyelesaikan masalah, dan lain sebagainya. Apa sih yang dimaksud dengan kata Penalaran ? Seperti yang saya kutip dari Wikipedia, Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.

Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi-proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Pada dasarnya proses penalaran dapat dibedakan menjadi 2 yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif.


Penalaran Induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus. Contoh kalimat dari penalaran induktif adalah sebagai berikut “ Pada saat ini remaja lebih menyukai tari-tarian dari barat seperti breakdance, shuffle, salsa, modern dance dan lain sebagainya yang membuat kesenian tari tradisional hilang secara perlahan.  “


Penalaran Deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Contoh kalimat dari penalaran deduktif adalah sebagai berikut “ Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.  

Menurut John Dewey, proses penalaran manusia dilakukan melalui beberapa tahap berikut :

1.  Timbul rasa sulit, baik dalam bentuk adaptasi terhadap alat, sulit mengenal sifat, ataupun dalam menerangkan hal-hal yang muncul secara tiba-tiba.

2.  Kemudian rasa sulit tersebut diberi definisi dalam bentuk permasalahan.

3.  Timbul suatu kemungkinan pemecahan yang berupa reka-reka, hipotesis, inferensi atau teori.

4.  Ide-ide pemecahan diuraikan secara rasional dengan cara mengumpulkan bukti-bukti / data.

5.  Menguatkan pembuktian tentang ide-ide tersebut dan menyimpulkan melalui keterangan-keterangan ataupun percobaan-percobaan.

PROPOSISI

Proposisi adalah istilah yang digunakan untuk kalimat  pernyataan yang memiliki arti penuh dan utuh. Hal ini berarti suatu kalimat harus dapat dipercaya, disangsikan, disangkal, atau dibuktikan benar tidaknya. Singkatnya, proposisi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang dapat dinilai benar atau salah. Dalam ilmu logika, proposisi mempunyai 3 unsur yaitu

-          SUBJEK
Perkara yang disebutkan adalah terdiri dari orang, benda, tempat, atau perkara 

-          PREDIKAT
Perkara yang dinyatakan dalam subjek 


-          KATA KERJA PENGHUBUNG 
Kata yang menghubungkan subjek dan predikat


Contoh kalimat dari proposisi : 
1.      Semua makluk hidup akan meninggal pada suatu waktu. 
2.      Beberapa orang Indonesia mempunyai kekayaan yang berlimpah.
3.      Kota Bandung hancur dalam perang dunia kedua karena bom atom.
4.      Semua gajah telah punah sejak tahun 1980.

Catatan : Kalimat pertama dan kedua dapat dibuktikan kebenarannya. Kalimat ketiga dan keempat ditolak keberadaannya karena tidak sesuai dengan fakta / tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

INFERENSI dan IMPLIKASI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Inferensi adalah simpulan; yang disimpulkan. Sementara pengertian Implikasi adalah keterlibatan atau keadaan terlibat. Dapat dikatakan inferensi merupakan proses untuk menghasilkan informasi dari fakta yang diketahui. Inferensi sendiri dibedakan menjadi 2 bagian yaitu Inferensi Langsung dan Inferensi Tidak Langsung.

INFERENSI LANGSUNG

Inferensi Langsung hanya memerlukan satu premis untuk menarik kesimpulannya.
Sebagai contoh :
“ Hujan deras di Desa Sukamaju membuat jalan tertutup  oleh genangan air. ”

Dari contoh kalimat tersebut dapat disimpulkan bahwa  Desa Sukamaju mengalami banjir.

INFERENSI TIDAK LANGSUNG

Inferensi Tidak Langsung memerlukan dua atau lebih premis untuk menarik kesimpulannya.
Sebagai contoh :

A : Lestari suka melihat pertunjukan badut
B : Badut itu selalu membuatnya tertawa

Dapat disimpulkan dari inferensi tidak langsung tersebut menjadi : Lestari suka sesuatu yang membuatnya tertawa

IMPLIKASI

Implikasi adalah rangkuman, sesuatu yang dianggap ada karena sudah dirangkum dalam fakta / evidensi itu sendiri. Sebagai contoh :

“Jika besok andi bangun pagi, maka kita akan berolahraga bersama.“

Arti dari kalimat tersebut, kemungkinan untuk berolahraga bersama akan terjadi bila andi bangun pagi.

WUJUD EVIDENSI

            Evidensi merupakan fakta yang ada dan terhubung untuk membuktikan adanya sesuatu. Evidensi merupakan hasil pengukuran dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami suatu fenomena. Dalam wujudnya yang paling rendah, evidensi berbentuk data dan informasi (keterangan yang diperolah dari sumber tertentu).

CARA MENGUJI DATA

                Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti “sesuatu yang diberikan”. Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variable yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra. Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi. Dibawah ini merupakan cara untuk melakukan pengujian data antara lain : 

1. OBSERVASI

             Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Observasi adalah peninjauan secara cermat. Obeservasi dibutuhkan di dalam pengujian data guna untuk memastikan kembali data atau fakta yang terkumpul untuk dapat ditarik hasil kesimpulannya melalui adanya pengamatan. Sehingga data tersebut dapat berubah menjadi informasi yang berguna.

2.      KESAKSIAN 
3.      AUTORITAS

CARA MENILAI AUTORITAS
Untuk menilai suatu autoritas, penulis dapat memilih beberapa cara pokok sebagai berikut : 

1.      TIDAK MENGANDUNG PRASANGKA

Artinya pendapat disusun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli atau didasarkan pada hasil eksperimen yang dilakukan. 

2.      PENGALAMAN DAN PENDIDIKAN AUTORITAS

Pendidikan yang diperoleh harus dikembangkan lebih lanjut dalam kegiatan sebagai seorang ahli. Pengalaman yang diperoleh autoritas, penelititan yang dilakukan, presentasi hasil penelitian dan pendapatnya akan memperkuat kedudukannya

3.      KEMASHURAN dan PRESTISE 

Faktor ketiga yang harus diperhatikan adalah meneliti apakah pernyataan atau pendapat yang akan dikutip sebagai autoritas hanya sekedar bersembunyi dibalik kemashuran dan prestise pribadi dibidang lain. Apakah ahli menyertakan pendapatnya dengan fakta yang menyakinkan.

 4.      KOHERENSI dan KEMAJUAN 

Hal keempat adalah apakah pendapat yang diberikan autoritas sejalan dengan perkembangan dan kemajuan zaman atau koheran dengan pendapat sikap terakhir dalam bidang itu. Untuk memperhatikan bahwa penulis benar-benar siap dengan persoalan yang tengah diargumentasikan.
 

Mengapa perlu adanya penalaran ilmiah ?

Penalaran ilmiah diperlukan untuk penarikan kesimpulan dari hasil analisa / observasi guna menjadikannya sebagai informasi yang akurat dan tepat. Dengan begitu kebenaran fakta dari data tersebut telah terbukti. Apabila tidak adanya penalaran ilmiah, data yang telah dikumpulkan tidak dapat disimpulkan benar atau salahnya, membuat pengamatan akan berlangsung sia-sia.

Permasalahan disini yang saya ketahui adalah mau tidaknya setiap individu untuk mencari dan menghubungkan data / fakta dalam kegiatan ilmiah. Saya yakin bila tahap pencarian data telah selesai dan masuk kedalam tahap menghubungkan data, penalaran akan berlangsung secara alami karena adanya hasrat dari manusia itu sendiri untuk mencari tahu jawaban yang belum diketahuinya.


REFERENSI :  
Wikipedia Penalaran
Wikipedia Proposisi
Wikipedia Data
KBBI Inferensi
KBBI Implikasi
Ciciolina Dwi N Staffsite Gunadarma
Seputarpengetahuan